NEWS UPDATE :  

Berita

Pencarian

SMAN 01 Simpang Pematang Laksanakan Apel Tematik, Tegaskan Zero Tolerance terhadap Perundungan dan Kekerasan

SIMPANG PEMATANG — SMAN 01 Simpang Pematang menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari perundungan (bullying) serta kekerasan. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Apel Tematik Anti Perundungan (Bullying) dan Kekerasan di Lingkungan Sekolah yang diikuti oleh seluruh warga sekolah.

Apel tematik tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya sekolah meningkatkan kesadaran peserta didik dan seluruh warga sekolah mengenai pentingnya membangun budaya saling menghargai, peduli, dan berani mengambil sikap terhadap berbagai bentuk perundungan dan kekerasan.

Dalam amanatnya, Kepala Satuan Pendidikan SMAN 01 Simpang Pematang, Semar Jaya IS, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa sekolah menerapkan kebijakan Nol Toleransi (Zero Tolerance) terhadap segala bentuk perundungan dan kekerasan.

“Hari ini saya tegaskan, sekolah kita menerapkan kebijakan Nol Toleransi (Zero Tolerance) untuk perundungan dan kekerasan. Tidak ada ruang bagi pelaku perundungan di SMAN 01 Simpang Pematang ini,” tegas Semar Jaya IS.

Gerakan STOP sebagai Komitmen Bersama

Menciptakan sekolah yang bebas dari perundungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah. Karena itu, seluruh peserta didik diajak untuk membangun kepedulian dan keberanian dalam mencegah serta menghentikan perundungan.

Sebagai bentuk gerakan bersama, SMAN 01 Simpang Pematang memperkenalkan dan menguatkan Gerakan STOP, yang terdiri atas empat langkah sederhana, yaitu Sadari, Tolak, Obati, serta Peduli & Laporkan.

S — Sadari

Setiap peserta didik diajak menyadari bahwa setiap orang memiliki keunikan dan merupakan pribadi yang berharga. Perbedaan bukan alasan untuk saling merendahkan, mengucilkan, atau menjatuhkan.

T — Tolak

Peserta didik didorong untuk berani menolak segala bentuk perundungan, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media sosial. Tidak ikut melakukan, mendukung, atau menyebarluaskan tindakan perundungan merupakan bagian dari upaya memutus mata rantai bullying.

O — Obati

Gerakan ini mengajak seluruh peserta didik untuk memberikan perhatian kepada teman yang sedang mengalami kesedihan, merasa sendirian, atau menjadi korban perundungan. Kepedulian sederhana, seperti mendengarkan, menemani, dan memberikan dukungan, dapat membantu korban merasa tidak sendirian.

P — Peduli & Laporkan

Seluruh warga sekolah juga diajak untuk tidak memilih diam ketika melihat atau mengalami perundungan dan kekerasan. Setiap kejadian perlu segera disampaikan kepada pihak yang dapat memberikan bantuan dan penanganan.

“Jika kalian melihat atau mengalami perundungan, jangan diam! Segera laporkan kepada Guru BK, Wali Kelas, atau melalui kotak pengaduan sekolah. Identitas kalian akan dijamin aman,” pesan yang disampaikan dalam kegiatan apel.

Membangun Sekolah yang Aman dan Ramah

Pelaksanaan Apel Tematik ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya positif yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Melalui Gerakan STOP, peserta didik diharapkan memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap perundungan, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta memahami pentingnya melaporkan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan warga sekolah.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya SMAN 01 Simpang Pematang dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan karakter, prestasi, kreativitas, dan kemampuan bernalar kritis peserta didik.

Dengan semangat kebersamaan, seluruh warga SMAN 01 Simpang Pematang diajak menjadi bagian dari gerakan menciptakan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, saling menghargai, dan bebas dari perundungan serta kekerasan.

STOP Perundungan. STOP Kekerasan.
Bersama Wujudkan SMAN 01 Simpang Pematang yang Aman dan Ramah bagi Semua.

 

Share to :
Kirim Pesan